Wandering & Wondering

Monday, 7 September 2015

Bagaimana Cara Berterimakasih pada Malaikat? (Bagian 1)


Bagaimana cara berterimakasih pada malaikat?
Haruskah aku menjabat tanganmu dengan sederhana, mengalirkan setiap hangat, dingin, berkeringat, bergetar, bahkan seluruh sensasi rasa kepadamu hanya untuk kau tahu bahwa aku berterimakasih kau telah mau sekadar melihatku ditengah duniamu yang telah sesak oleh berjuta manusia? Sudahkah cukup?
Haruskah aku menuliskan tanda terimakasih bertumpuk-tumpuk dan mengirimkannya pada surga hanya untuk kautahu bahwa aku berterimakasih engkau telah hadir dalam setiap celah jiwa bahkan menyelusup dan mengisi luka yang telah lama menganga? Sudahkah cukup?
Haruskah aku Meneriakan kata terimakasih beribu-ribu kali selantang-lantangnya seluas-luasnya ke setiap sudut pijakan tanah bahkan setiap sudut langit yang bahkan kutahu tak bersudut sama sekali hanya untuk kau tahu bahwa sekadar senyummu yang sudah candu telah lama memaksaku untuk menarik setiap sudut bibirku kesisi, menampakkan gigi-gigiku, membinarkan mataku? Sudahkah cukup?
Atau haruskah aku hanya berbisik lirih dan menitipkanmu pada sang pemilik jiwa kita karena Dia lebih tahu bagaimana caranya melimpahkan sayang dan Dia lebih tahu bagaimana caranya menjagamu ketika aku bahkan tak sanggup untuk menjaga diriku sendiri? Sudahkah cukup?
Berterimakasih padamu tidak akan pernah cukup.
Kita tidak akan pernah cukup.
Cinta tidak akan pernah cukup.
Sepertinya.


Sara Fiza, 29 Agustus 2015

Ditengah rasa berterimakasih yang bergumul tiap hari.
Be First to Post Comment !
Post a Comment

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature
Pembaca hidup dan buku yang ada karena 'udunan' kebaikan dari banyak orang. Silakan kunjungi rumah sebelah di www.medium.com/@sarafiza